Rabu, 04 Maret 2009

Kata Maaf

Aku tau diriku tak sebaik sahabatmu
Aku tau begitu banyak kekuranganku
Aku tau tak ada kelebihan dalam diriku
Dan aku juga tau selalu menyakitimu

Aku tak tau....
atau tak mau tau
kalau ucapan,perbuatanku
selalu menyakitimu

setiap kau terluka bahkan menangis
aku hanya berkata dan terus berkata maaf
hingga akhirnya kesabaranmu habis
dan tak ada maaf tersisa

Kini hanya lara didada
raga tak berjiwa
tak kuasa tuk menguba
perginya sang penghibur duka
(Why)





Sabtu, 31 Januari 2009

Batal / Tidak

Abu Nawas sedang bersama- sama 3 orang tetangganya berada di mesjid sholat bersama-sama. Tiba- tiba, salah seorang tetangganya nyeletuk
"Aku ragu, jangan- jangan, kompor dirumah masih menyala"
tetangganya yang sholat disebelahnya berkata " dengan bicara begitu, sholatmu batal. Kamu harus memulai lagi dari awal."
"Kamu juga" kata tetangganya yang disebelahnya lagi
"Alhamdullillah" kata Abu Nawas keras- keras untung aku tidak bicara.......

do'a

Seorang Camat yang terkenal korup di kota dikediaman Abu Nawas meninggal dunia. Semasa hidupnya, dia sering cekcok sama Abu Nawas. Hal ini disebabkan abu Nawas yang terkenal bicara vokal dan berani menentang sang Camat begitu pula sebaliknya Camat tidak pernah mau mendengar pendapat Abu Nawas walaupun dia akui itu benar. Menjelang pemakaman, orang- orang meminta Abu Nawas agar nanti membacakan do'a.
"Jangan, cari saja orang lain untuk berdo'a" ujar Abu Nawas
"Lakukanlah diantara kami kau saja yang fasih dalam baca do'a"pinta warga kota itu
"Tidak, dia(camat)pasti tidak mendengarkan ucapanku. Sebab seperti yang kalian ketahui, kami selalu tidak cocok" jawab Abu Nawas sambil berlalu pergi...

Senin, 19 Januari 2009

Kepalsuan

Seorang saudagar meminta tolong kepada abu nawas untuk menjadi saksi palsu,,"aku akan memberikan uang sebanyak 20 dirham bila engkau mau menjadi saksi bahwa aku telah memberikan utang beras kepada si amir".
"Baiklah tetapi serahkanlah dulu uang itu" kata Abu nawas.
Kemudian Abu nawas da saudagar tersebut menghadap Hakim uang rupanya telah disuap juga. Setelah mengajukan beberapa pertanyaan kepada saudagar tersebut, lalu Hakim mengajukan pertanyaan ke Abu nawas/ saksi.
"Apakah engkau melihat transaksi itu ? tanya Hakim
"Ya, dengan jelas, saya melihat karung berisi jagung berpindah tangan.
"Tetapi kasusu transaksi karung beras bukan jagung !"
Itu bukan suatu masalah, selama kasusnya palsu, jadi apa bedanya beras dan jagung.

Senin, 12 Januari 2009


Asalamu'alaikum wr,wb

Buat yang mau me"waluh" bergabung aja disini karna di sini ada ratu "waluh" banar...... dijamin ngeramput....... banar..... (why)